You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Angkot ngetem
photo Jhon Syah Putra Kaban - Beritajakarta.id

Angkutan Ngetem Macetkan Kawasan Tanah Abang

Pengguna kendaraan yang melintas di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat mengeluhkan kemacetan yang terjadi di kawasan tersebut. Pasalnya, banyak angkutan yang ngetem sembarangan sehingga laju kendaraan menjadi tersendat.

Memang macet sekali, di kiri dan kanan jalan ada saja yang mengetem, padahal jalan sudah sangat sempit untuk dilalui

Pantauan Beritajakarta.com, kendaraan paling banyak ngetem di Jalan Jatibunder, tepatnya di depan Stasiun Tanah Abang dan di depan Pasar Blok A. Petugas di lokasi pun tak bisa berbuat banyak dan hanya sesekali mengusir angkutan yang ngetem. 

"Memang macet sekali, di kiri dan kanan jalan ada saja yang mengetem, padahal jalan sudah sangat sempit untuk dilalui," keluh Parlin (32), salah seorang pengendara, Selasa (5/1).

Polisi Diminta Tertibkan Jukir Liar

Kasudin Perhubungan dan Transportasi Jakarta Pusat, Henri Perez Sitorus mengatakan, terbatasnya anggota yang diploating di titik rawan ngetem masih menjadi masalah besar. Padahal petugas juga harus melakukan sejumlah penindakan parkir liar dan pemeriksaan surat kendaraan umum.

"Kesulitan terbesar kita tetap di jumlah anggota yang terbatas, petugas dalam satu shift hanya 75 orang saja, padahal di tanah abang saja ada 21 titik rawan parkir dan mengetem, 1 titik itu ideal dijaga 10 orang, memang sangat kurang anggota," katanya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1193 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1179 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye968 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye947 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye857 personBudhi Firmansyah Surapati